Cara menghilangkan kerak putih di teko listrik dengan bahan dapur
Diperbarui 4 Jun 2026, 14:03 WIB
Diterbitkan 4 Jun 2026, 10:00 WIB

Brilio.net - Sering melihat lapisan putih keras di dasar teko listrik setelah digunakan untuk memasak air? Lapisan tersebut adalah kerak kapur yang terbentuk dari kandungan mineral dalam air bersih kita yang mengendap akibat proses pemanasan secara berulang kali. Jika dibiarkan terlalu lama, kerak ini bisa membuat air rebusan berbau kurang sedap dan memperlambat proses pemanasan elemen teko.
Untungnya, kita tidak perlu membeli cairan pembersih kimia yang mahal untuk mengatasi masalah ini. Beberapa bahan pembersih alami yang selalu tersedia di dapur rumah bisa kita manfaatkan untuk melunturkan noda kapur tersebut dengan cepat. Selain aman untuk kesehatan tubuh, cara ini juga sangat menghemat kantong dan menjaga teko listrik tetap awet.
1. Metode Cuka Putih
Cuka putih memiliki kandungan asam asetat yang sangat efektif untuk memecah endapan kalsium pada dasar teko. Cairan ini bekerja dengan cara melunakkan lapisan keras sehingga noda putih bisa terkelupas dengan sendirinya tanpa perlu digosok kuat. Setelah proses pembersihan selesai, aroma asam cuka akan hilang sepenuhnya setelah teko dibilas kembali dengan air bersih.
Bahan
- 100 ml cuka putih
- 400 ml air bersih
Langkah
1. Tuangkan cuka putih dan air bersih ke dalam teko listrik.
2. Nyalakan teko dan biarkan campuran air cuka tersebut sampai mendidih.
3. Matikan teko, lalu diamkan cairan di dalamnya selama 15 hingga 20 menit agar kerak melunak.
4. Buang air cuka, lalu bilas bagian dalam teko dengan air mengalir sampai bersih.
2. Metode Irisan Lemon atau Jeruk Nipis
Kalau kamu kurang menyukai aroma cuka yang menyengat, buah lemon atau jeruk nipis bisa menjadi alternatif pengganti yang sangat baik. Kandungan asam sitrat alami di dalam buah ini tidak kalah ampuh dalam mengikis kerak putih yang menempel erat. Metode ini juga memberikan bonus aroma segar alami yang tertinggal di dalam teko setelah dibersihkan.
Bahan
- 1 buah lemon atau jeruk nipis (iris tipis)
- 500 ml air bersih
Langkah
1. Masukkan seluruh irisan lemon atau jeruk nipis ke dalam teko listrik yang kotor.
2. Tambahkan air bersih sampai seluruh bagian yang berkerak putih terendam sempurna.
3. Rebus air bersama irisan buah tersebut hingga teko listrik mati secara otomatis.
4. Diamkan selama 30 menit, buang airnya, lalu sikat lembut sisa kerak yang melunak sebelum dibilas.
3. Metode Bubuk Baking Soda
Baking soda dikenal sebagai bahan dapur serbaguna yang memiliki sifat abrasif ringan untuk mengangkat noda membandel. Senyawa alkali di dalamnya mampu melonggarkan ikatan mineral kerak putih tanpa merusak lapisan pemanas teko. Cara ini sangat cocok diaplikasikan untuk teko yang memiliki lapisan kerak cukup tebal dan sudah lama mengendap.
Bahan
- 2 sendok makan bubuk baking soda
- 500 ml air bersih
Langkah
1. Campurkan bubuk baking soda dengan air bersih langsung di dalam teko listrik.
2. Aduk sebentar agar bubuk larut, kemudian nyalakan teko hingga airnya mendidih.
3. Setelah mendidih, biarkan teko mendingin selama kurang lebih 20 menit agar formulanya bekerja maksimal.
4. Buang air larutan, gosok perlahan dengan spons halus, lalu bilas teko sampai tidak ada sisa bubuk yang tertinggal.
FAQ
1. Seberapa sering kita harus membersihkan kerak putih pada teko listrik?
Pembersihan idealnya dilakukan setiap satu hingga dua bulan sekali. Namun, jika kamu menggunakan air dengan kandungan mineral tinggi (hard water) untuk konsumsi harian, teko sebaiknya dibersihkan setiap dua minggu sekali agar kerak tidak mengeras.
2. Apakah kerak putih pada teko listrik berbahaya jika tidak sengaja tertelan?
Secara medis, kerak putih yang terdiri dari kalsium karbonat ini tidak beracun dan tidak berbahaya bagi kesehatan jika tertelan dalam jumlah kecil. Meski begitu, serpihan kerak yang ikut terminum bisa mengganggu rasa air dan memberikan tekstur berpasir yang tidak nyaman di tenggorokan.
3. Jenis air seperti apa yang paling cepat memicu munculnya kerak putih di teko?
Air tanah, air sumur, atau air ketel yang belum disaring (mengandung kapur tinggi) adalah pemicu utama. Mineral kalsium dan magnesium pada jenis air tersebut akan mengkristal dan menempel di dasar teko saat terpapar suhu panas tinggi.
4. Bolehkah kita menggosok bagian dalam teko listrik menggunakan sabut kawat (steel wool)?
Sangat tidak disarankan. Penggunaan sabut kawat atau sikat yang terlalu kasar bisa menggores lapisan elemen pemanas teko, yang nantinya justru membuat kerak baru lebih mudah menempel dan merusak komponen anti-karat di dalamnya.
5. Bagaimana cara mencegah agar kerak putih tidak cepat menempel kembali di dasar teko listrik?
Langkah termudah adalah dengan langsung membuang sisa air rebusan yang tidak terpakai setelah selesai memasak air, jangan dibiarkan menggenang di dalam teko. Selain itu, kamu bisa beralih menggunakan air filtrasi atau air minum sulingan yang rendah kandungan mineralnya.
(brl/tin)
RECOMMENDED ARTICLES
- Talenan plastik banyak goresan pisau, masih aman dipakai atau harus diganti?
- Saringan wastafel dapur hitam dan berlendir? Begini cara membersihkannya
- Panci magic com amis telur setelah dipakai merebus? Hilangkan dengan 2 bahan dapur tanpa gosok keras
- Bercak hitam di karet kulkas makin banyak? Coba bersihkan dengan bahan yang ada di dapur
- Sendok dan garpu stainless terlihat kusam? coba bersihkan dengan bahan yang ada di rumah
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya
Cara membuat tahu bacem manis gurih yang bumbu meresap sampai dalam
06 / 06 / 2026 09:00 WIB
Resep sup ayam bening yang bumbunya hangatkan badan, tinggal celupin bahan bisa langsung jadi
05 / 06 / 2026 19:00 WIB
Resep nasi tomat "KFC" viral yang bisa dimasak pakai rice cooker cuma 30 menit, cobain sekarang!
05 / 06 / 2026 20:00 WIB
Cara bikin tteokbokki dari nasi sisa yang mudah, kenyal, dan tetap enak tanpa minyak wijen
05 / 06 / 2026 15:00 WIB
















