Brilio.net - Perdebatan tentang kualitas akting di industri film Indonesia kembali mencuat setelah Prilly Latuconsina menyoroti fenomena influencer yang terjun ke dunia akting. Artis berusia 28 tahun ini mengungkapkan keprihatinannya terhadap banyaknya influencer yang mendapat tawaran bermain film hanya karena memiliki followers banyak.

Para produser film kerap mengeluhkan persoalan ini kepada Prilly. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kualitas akting di industri perfilman Tanah Air. Fenomena influencer yang masuk ke industri film menjadi sorotan serius Prilly.

Bintang film ini melihat adanya ketimpangan antara jumlah pengikut dengan kualitas akting. Popularitas di media sosial rupanya tidak menjamin kemampuan seseorang di depan kamera. Banyak influencer yang tidak memahami pentingnya mengasah kemampuan akting.

prilly latuconsina singgung influencer akting jelek © 2024 brilio.net

foto: YouTube/Diary Rintisan by Finfolk

"Kan banyak kayak influencer gitu banyak followersnya terus diajak main film. Tapi karena mendapatkan film itu mudah bagi dia, karena udah besar di digital jadi dia nggak menjaga kualitas dia sebagai aktor," kata Prilly, dikutip brilio.net dari YouTube Diary Rintisan by Finfolk pada Kamis (31/10).

Prilly menegaskan bahwa pernyataannya bukan untuk menyindir siapapun secara personal. Ia hanya ingin menyuarakan keresahan para produser film yang kesulitan mencari aktor berkualitas. Prilly mencoba membandingkan profesi aktor dengan pekerjaan lain yang memiliki perangkat kerja jelas.

Profesi dokter dan guru menjadi contoh konkret dalam penjelasannya. Menurut Prilly, peralatan kerja menjadi pembeda utama antara aktor dengan profesi lainnya. Ia menekankan bahwa aktor hanya mengandalkan kemampuan mengelola emosi.