Brilio.net - Penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk tahun 2027 akan semakin canggih dengan dukungan sistem baru bernama Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Lewat sistem ini, masyarakat bisa mendaftarkan diri secara mandiri untuk menjadi calon penerima bantuan.
Meskipun pendaftaran jadi lebih mudah karena bisa dilakukan lewat HP atau komputer, masyarakat juga dituntut untuk lebih waspada. Pasalnya, era digital seperti saat ini kerap dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk menyebarkan modus penipuan berkedok bantuan pemerintah.
Melansir dari Liputan6.com, Jumat (23/10/2026), proses pendaftaran mandiri ini bisa dilakukan dengan mengunjungi situs resmi Kemensos. Namun, sebelum mulai mendaftar, ada sejumlah dokumen dan persyaratan yang wajib dipersiapkan agar prosesnya berjalan lancar.
Syarat yang Harus Disiapkan Sebelum Daftar
Perlinsos Digital
© 2026 brilio.net/Gemini AI
Bagi masyarakat yang ingin mendaftar, pastikan beberapa data dan dokumen berikut ini sudah siap di tangan:
1. Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada KTP untuk memverifikasi identitas asli pendaftar.
2. Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang statusnya sudah aktif.
3. Proses verifikasi wajah secara langsung untuk mencocokkan identitas pengguna IKD.
4. Nomor meteran listrik PLN rumah tempat tinggal.
Setelah semua syarat tersebut lengkap, proses registrasi baru bisa dimulai melalui portal resmi pemerintah.
Langkah Mudah Daftar Perlinsos Digital
Proses pendaftaran ini dapat dilakukan secara mandiri dari rumah dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini:
- Akses Laman Resmi: Buka peramban (browser) di HP atau laptop, lalu kunjungi situs resmi di alamat perlinsos.kemensos.go.id.
- Proses Masuk: Klik tombol “Masuk/Login” yang ada di halaman utama, kemudian pilih opsi masuk menggunakan akun IKD.
- Input Data IKD: Masukkan nomor NIK dan nomor PIN dari IKD yang sebelumnya sudah diaktivasi.
- Verifikasi Wajah: Ikuti seluruh instruksi untuk melakukan pemindaian atau verifikasi wajah di layar.
- Ajukan Bantuan: Begitu berhasil masuk ke dalam portal, pilih menu “Daftar Bantuan” dan ikuti arahan yang tertera.
- Persetujuan Data: Baca dengan saksama, lalu beri tanda persetujuan untuk pengolahan dan pemeriksaan data pribadi sesuai ketentuan.
- Selesai: Jika semua data sudah terisi dengan benar, klik tombol “Ajukan Bantuan” untuk mengirimkan permohonan.
Bagi warga yang merasa kesulitan atau bingung saat mendaftar secara mandiri, jangan khawatir. Pemerintah juga menyediakan pendampingan langsung melalui Agen Perlinsos terdekat yang siap membantu warga memahami setiap tahapan pendaftaran.
Waspada Penipuan, Kenali Ciri Tautan Palsu!
Kemudahan sistem digital ini sering kali dimanfaatkan penipu untuk mencari korban, salah satunya lewat metode phishing atau pencurian data pribadi. Untuk mengantisipasinya, masyarakat harus tahu cara membedakan mana situs resmi pemerintah dan mana yang palsu.
Situs resmi milik pemerintah Indonesia selalu menggunakan domain .go.id. Untuk urusan bansos, situs resmi yang bisa dipercaya hanya cekbansos.kemensos.go.id atau perlinsos.kemensos.go.id.
Sementara itu, penipu biasanya memakai tautan dengan domain aneh atau tidak umum, seperti .xyz, .click, .live, .site, .info, .my.id, atau bahkan alamat URL yang sangat panjang dan tampak mencurigakan.
Kenali Modus yang Sering Dipakai Penipu Bansos
Bukan hanya lewat tautan (link) palsu, pelaku penipuan juga sering melancarkan aksinya dengan berbagai modus berikut ini:
- Pesan Berantai yang Mendesak: Penipu sering mengirim pesan di WhatsApp, SMS, atau media sosial dengan kalimat yang membuat panik, seperti "Bantuan Anda akan hangus, segera klik link ini!".
- Meminta Data Sensitif: Waspadalah jika ada yang meminta NIK, Kartu Keluarga (KK), nomor rekening, hingga kode OTP (One-Time Password) dengan alasan verifikasi. Pemerintah tidak pernah meminta data sensitif tersebut lewat pesan pribadi atau telepon.
- Minta Biaya Administrasi: Layanan bansos dari Kementerian Sosial sepenuhnya gratis (berdasarkan Permensos Nomor 3 Tahun 2021). Jika ada yang meminta uang agar bantuan cepat cair, itu adalah penipuan.
- Pendamping Palsu: Waspadai orang yang mengaku sebagai pendamping sosial dan menjanjikan bisa meloloskan nama Anda ke daftar penerima bantuan dengan syarat membayar sejumlah uang.
- Survei Bodong: Ada pula modus survei pemutakhiran data (atas nama DTKS atau BPS) yang meminta foto KTP, KK, dan swafoto (selfie) memegang KTP. Ingat, petugas resmi tidak akan meminta foto dokumen rahasia tersebut dengan cara sembarangan.
Selalu perhatikan penulisan ejaan yang tidak rapi, pemakaian logo palsu yang pecah atau buram, serta janji-janji manis yang tidak masuk akal sebagai tanda bahaya penipuan. Jangan mudah percaya dan selalu cek ulang ke saluran resmi pemerintah.
FAQ
1. Bagaimana cara daftar Perlinsos Digital secara resmi?
Anda bisa mendaftar secara mandiri dengan mengakses situs resmi perlinsos.kemensos.go.id. Pastikan Anda sudah menyiapkan NIK KTP, Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang aktif, serta nomor meteran listrik PLN sebelum melakukan proses registrasi di dalam portal tersebut.
2. Apa saja ciri-ciri tautan (link) pendaftaran bansos yang palsu?
Tautan palsu biasanya tidak menggunakan domain resmi pemerintah .go.id, melainkan domain asing atau tidak umum seperti .xyz, .click, .live, .site, .info, atau .my.id. Selain itu, pesannya sering kali bernada mendesak dan meminta data sensitif seperti OTP, nomor rekening, atau biaya administrasi.
3. Apakah pendaftaran Perlinsos Digital dipungut biaya?
Tidak, seluruh proses pendaftaran dan pengajuan bantuan sosial melalui Kementerian Sosial sepenuhnya gratis tanpa dipungut biaya apa pun. Hal ini sudah diatur secara resmi dalam Permensos Nomor 3 Tahun 2021, sehingga masyarakat wajib menolak jika ada pihak yang meminta uang dengan alasan biaya administrasi atau pelancar.
Recommended By Editor
- Gaji di bawah Rp10 juta bakal dapat keringanan PPh 21 lagi pada 2027, pekerja semua sektor bisa dapat?
- Prabowo ungkap wacana pengangkatan guru kembali ke pemerintah pusat, kesejahteraan ikut disorot
- 200 Juta warga jadi sasaran rekening massal, Pemerintah siapkan anggaran sekitar Rp11 Triliun
- Warga usia 17 tahun tak cuma dapat KTP, Pemerintah siapkan rekening bank dengan saldo Rp50 ribu
- Desil DTSEN tidak sesuai? Begini cara update data lewat aplikasi Cek Bansos


