Brilio.net - Kementerian Pertahanan (Kemhan) secara resmi menghentikan pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi para peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Para peserta ini merupakan angkatan calon pengelola atau manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Langkah penghentian ini diikuti dengan perombakan total pada sistem, materi kurikulum pembelajaran, hingga nomenklatur nama program pelatihan.
Pihak kementerian memutuskan untuk mengubah arah pembinaan bagi para calon manajer koperasi tersebut menjadi program non-militer. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi adanya modifikasi dalam metode pendekatan program ini.
"Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi," ujar Rico di Jakarta, Senin (29/6/2026), dilansir brilio.net dari Liputan 6 dan keterangan resmi Kementerian Pertahanan, Kamis (2/7/2026).
Latar Belakang Evaluasi dan Penghentian Latsarmil
Kebijakan peninjauan ulang dan penghentian masa latihan fisik berat ini diambil menyusul adanya laporan lima orang peserta program SPPI yang meninggal dunia selama masa orientasi. Berdasarkan data yang dihimpun, kasus kematian pertama menimpa seorang peserta bernama Yonanda Muhammad Taufiq pada 17 Juni 2026 yang dilaporkan akibat mengalami henti jantung.
Insiden berikutnya terjadi pada hari yang sama ketika dua peserta lain, yaitu Muhammad Rifki Renaldi Gunawan dan Nola Dya Sari, mengalami gangguan sesak napas di tengah pelaksanaan latihan lapangan. Keduanya kemudian dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni 2026 setelah mendapatkan perawatan medis.
Penghapusan Kurikulum dan Materi Taktis Militer
Dalam skema pembelajaran yang baru, seluruh modul dan materi yang berkaitan dengan ketangkasan tempur pertahanan bersenjata dihapus sepenuhnya. Pihak Panitia Seleksi Nasional memastikan fokus kegiatan kini digeser pada aspek pengembangan kapasitas kepemimpinan sipil dan pengelolaan kelembagaan koperasi.
Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menegaskan, "...Dalam penyesuaian ini, materi teknis dan taktis militer sudah dihilangkan, termasuk kegiatan menembak, taktik regu senapan, serta kegiatan teknis dan taktis militer lainnya. Kementerian Pertahanan, sebagai bagian dari panitia seleksi nasional, menyampaikan bahwa pelaksanaan pembekalan bagi peserta program SPPI—calon pengelola Koperasi Desa, Kelurahan Merah Putih, dan Kampung Nelayan Merah Putih—terus dilakukan evaluasi dan penyesuaian."
Rico menambahkan bahwa format baru ini dibentuk demi menguatkan kecakapan tata kelola administrasi organisasi, bukan mempersiapkan peserta untuk kekuatan cadangan fisik militer.
"Sebagai bagian dari evaluasi tersebut, format kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai Latsarmil tidak lagi dilaksanakan dalam bentuk sebelumnya. Saat ini, kegiatan diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial. Tujuannya bukan untuk membentuk peserta menjadi prajurit ataupun Komcad, melainkan membangun karakter disiplin, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, tanggung jawab, kerja sama, serta kesiapan manajerial sebagai calon pengelola koperasi," jelas Rico.
Seluruh kegiatan fisik yang berisiko tinggi kini digantikan dengan rutinitas penjagaan kebugaran tubuh dalam skala ringan yang lebih aman bagi kondisi kesehatan masing-masing individu.
"Dalam penyesuaian ini, materi teknis dan taktis militer sudah dihilangkan, termasuk kegiatan menembak, taktik regu senapan, serta kegiatan teknis dan taktis militer lainnya. Tidak ada lagi latihan fisik dalam pengertian latihan militer. Aktivitas yang ada hanya bersifat olahraga ringan untuk menjaga kebugaran, seperti senam pagi atau jalan kaki ringan, dengan tetap menyesuaikan kondisi masing-masing peserta," tutup Rico.
Recommended By Editor
- Heboh parade Bathtub Keluarga Ceria Bersama Medicare di Bandung, ada bagi-bagi bonus 1 kardus!
- 9 Potret calon manajer Kopdes Merah Putih pendidikan & pelatihan militer, 1 ruangan bareng 150 orang
- Profil Sabrang Letto, anak Cak Nun yang dilantik jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional
- 9 Potret Ayu Aulia eks model majalah dewasa yang kini didapuk jadi staf kreatif Kemhan
- Ungkap fakta #MSGYangBenar bareng SASA sambil berburu kuliner lezat di alun-alun Surabaya
- 10 Momen pernikahan sespri Prabowo, mewah dan elegan
- 4 Kelebihan dan kekurangan pertahanan Indonesia menurut Prabowo
- Menhan ungkap eks Danjen Kopassus Soenarko terbiasa ikut perang































