Brilio.net - Tren foto bernuansa 1980-an tengah ramai di media sosial. Ketika banyak orang menggunakan AI untuk mengubah foto modern menjadi potret bergaya retro, Vina Panduwinata justru memiliki foto yang benar-benar berasal dari era tersebut. Penyanyi senior ini ikut membagikan lima potret lawasnya melalui Instagram dan mengajak pengikutnya menebak apakah foto tersebut merupakan hasil AI atau foto asli.

foto Vina Panduwinata © 2026

foto Vina Panduwinata
© 2026 /Instagram/@anpasuha_official

Vina Panduwinata Ikut Tren Foto 80-an

foto Vina Panduwinata © 2026

foto Vina Panduwinata
© 2026 /Instagram/@vinapanduwinata_real Istimewa

Vina Panduwinata membagikan sejumlah foto lawas melalui akun Instagram @vinapanduwinata_real. Unggahan tersebut dibuat ketika tren foto bergaya 1980-an sedang ramai di media sosial.

Alih-alih membuat ulang foto menggunakan teknologi AI, Vina menunjukkan dokumentasi dirinya dari masa ketika gaya tersebut memang masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Penampilannya dengan karakter khas era 80-an pun terlihat sangat natural karena foto tersebut merupakan dokumentasi dari masa lalu.

Vina kemudian melempar pertanyaan kepada pengikutnya.

“Kalau menurut kalian ini AI atau bukaaannn??🤭 Ikutaan ahh trend 80-an,” tulis Vina dalam keterangan unggahannya dikutip brilio.net dari Instagram @vinapanduwinata_real, Kamis (10/9/2026).

Pelantun tembang September Ceria itu pun menegaskan, “… Tapi saat itu masih original blm tersentuh AI yaahh😆.”

foto Vina Panduwinata © 2026

foto Vina Panduwinata
© 2026 /Instagram/@vinapanduwinata_real Istimewa

Ia juga mengaku senang melihat generasi sekarang kembali tertarik dengan budaya dan gaya yang identik dengan masa tersebut.

“Senangnyaa melihat anak-anak kembali menghargai budaya zaman itu. Seruuu yaaahhh💞💞,” lanjutnya.

Bukan Hasil AI, Foto Diambil dari Majalah Lama

foto Vina Panduwinata © 2026

foto Vina Panduwinata
© 2026 /Instagram/@vinapanduwinata_real Istimewa

Jawaban mengenai teka-teki tersebut kemudian diberikan Vina sendiri. Foto-foto yang diunggahnya bukan hasil rekayasa menggunakan teknologi AI, melainkan dokumentasi lama.