- 📸 Lahir di Bali, Pernah Jadi Model Majalah Aneka
- 🎤 Pernah Satu Boyband dengan Indra Bekti dan Roy Jordy
- 🎓 Pendidikan hingga Jenjang Doktor Ilmu Pemerintahan
- 🏛️ Menjadi Senator Bali Periode 2024–2029
- 🧕 Pernyataan soal Petugas Bandara Berjilbab pada 2023
- 🎬 Polemik dengan Billy Syahputra pada Oktober 2026
- 🌴 Komentar soal Tip Turis Lokal dan Asing
Brilio.net - Siapa Arya Wedakarna? Nama anggota DPD RI asal Bali ini kembali ramai diperbincangkan pada Oktober 2026 setelah komentarnya mengenai wisatawan lokal dan asing serta polemiknya dengan Billy Syahputra menjadi sorotan. Namun, tak banyak yang mengingat bahwa sebelum terjun ke dunia politik, Arya pernah berkarier sebagai model dan penyanyi.
Arya merupakan salah satu personel grup vokal FBI (Fajar Bintang Indonesia) bersama Indra Bekti dan Roy Jordy pada 1999. Setelah grup tersebut bubar, ia memilih jalur berbeda dari rekan-rekannya dengan melanjutkan pendidikan dan berkarier di dunia politik.
Berikut profil Arya Wedakarna, perjalanan kariernya dari dunia hiburan hingga menjadi senator, serta tiga kontroversi yang pernah membuat namanya menjadi perbincangan publik, dirangkum dari Liputan6.com dan beberapa sumber, Senin (12/10/2026).
📸 Lahir di Bali, Pernah Jadi Model Majalah Aneka
foto: Facebook/aryawedakarnaofficial
Arya Wedakarna lahir di Bali pada 23 Agustus 1980. Ia merupakan putra Shri Wedastera Suyasa dan Suwitri Suyasa. Nama lengkapnya dikenal sebagai I Gusti Ngurah Arya Wedakarna.
Sebelum dikenal sebagai politikus, Arya pernah menekuni dunia modeling. Pada 1997, ia menjadi cover boy Majalah Aneka yang populer di kalangan remaja pada masanya.
Dari dunia modeling, Arya kemudian mencoba peruntungan di industri musik. Ia bergabung dengan grup vokal FBI bersama Indra Bekti dan Roy Jordy, yang saat itu juga merintis karier di dunia hiburan.
🎤 Pernah Satu Boyband dengan Indra Bekti dan Roy Jordy
foto: YouTube/Musica Klasik
Pada 1999, Arya menjadi personel FBI atau Fajar Bintang Indonesia. Grup vokal ini merilis satu album dan dikenal lewat lagu Zamrud Khatulistiwa, yang juga pernah dibawakan oleh mendiang Chrisye.
Perjalanan grup tersebut tidak berlangsung lama. FBI bubar pada 2003 dan para personelnya menempuh jalur karier masing-masing.
Indra Bekti kemudian dikenal luas sebagai presenter dan entertainer, sedangkan Roy Jordy melanjutkan kiprahnya di dunia hiburan. Arya memilih meninggalkan dunia musik untuk berfokus pada pendidikan dan aktivitas politik.
Perjalanan dari panggung hiburan menuju dunia pemerintahan inilah yang menjadi salah satu sisi berbeda dalam profil Arya Wedakarna.
🎓 Pendidikan hingga Jenjang Doktor Ilmu Pemerintahan
Arya menempuh pendidikan S1 di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Trisakti. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan magister ilmu pemerintahan pada 2004 dan pendidikan doktor ilmu pemerintahan pada 2007 di Universitas Satyagama Jakarta.
Sebelum aktif sepenuhnya di dunia politik, Arya juga pernah menjabat sebagai rektor Universitas Mahendradatta pada 2009–2014.
Ia pernah bergabung dengan Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme pada 2004–2013. Setelah itu, kiprahnya semakin dikenal melalui aktivitas politik dan keterlibatannya dalam berbagai persoalan di Bali.
🏛️ Menjadi Senator Bali Periode 2024–2029
foto: Instagram/aryawedakarna
Arya mulai menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Bali pada 2014. Ia kembali terpilih dalam Pemilu 2024 untuk periode 2024–2029.
Selama menjadi pejabat publik, Arya beberapa kali mendapat sorotan akibat pernyataan maupun tindakannya yang memicu perdebatan. Sejumlah persoalan yang melibatkan namanya bahkan menjadi pembicaraan luas di media sosial.
🧕 Pernyataan soal Petugas Bandara Berjilbab pada 2023
Salah satu kontroversi Arya yang mendapat perhatian luas terjadi pada Desember 2023. Saat itu, beredar video pernyataannya mengenai petugas perempuan berjilbab di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Dalam rekaman tersebut, Arya mengkritik petugas bagian layanan depan yang mengenakan penutup kepala. Ia menyampaikan keinginan agar petugas perempuan menampilkan rambutnya saat bekerja.
Pernyataan itu menuai kritik karena dinilai diskriminatif terhadap perempuan yang mengenakan jilbab, terutama karena disampaikan dalam konteks pekerjaan dan pelayanan publik.
Arya kemudian memberikan klarifikasi melalui media sosial. Ia menyebut video yang beredar telah dipotong oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pada 2024, Badan Kehormatan DPD menjatuhkan sanksi pemberhentian terkait pelanggaran kode etik atas persoalan tersebut. Meski demikian, Arya kembali terpilih sebagai anggota DPD RI dalam Pemilu 2024 untuk periode 2024–2029.
🎬 Polemik dengan Billy Syahputra pada Oktober 2026
Pada awal Oktober 2026, Arya kembali menjadi sorotan setelah menanggapi pengalaman Billy Syahputra saat berlibur di kawasan Pantai Dreamland, Bali.
Billy sebelumnya menceritakan perselisihannya dengan penjaga toilet ketika hendak memandikan anaknya yang kedinginan setelah bermain pasir. Ia mengaku mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan saat menggunakan fasilitas tersebut.
Pihak pengelola tempat wisata memberikan penjelasan berbeda mengenai kejadian itu dan membantah adanya tindakan dorong-mendorong berdasarkan pemeriksaan CCTV.
Arya kemudian mengunggah video berisi nasihat kepada wisatawan, termasuk artis, agar tidak mudah marah ketika berlibur di Bali. Ia juga menyatakan bahwa masyarakat Bali tidak perlu memberikan perlakuan khusus kepada selebritas.
“Orang Bali itu enggak pernah heran sama yang namanya artis,” ujar Arya dalam video yang diunggah melalui media sosial.
Pernyataan tersebut mendapat respons dari Billy. Ia membalas melalui video terpisah dan mempertanyakan keterlibatan seorang pejabat dalam persoalan yang dialaminya. Adu pernyataan keduanya kemudian menjadi perbincangan di media sosial.
🌴 Komentar soal Tip Turis Lokal dan Asing
Tak lama setelah polemik dengan Billy, Arya kembali disorot karena komentarnya mengenai perbedaan pelayanan terhadap wisatawan lokal dan asing di Bali.
Dalam pernyataannya, Arya menyebut wisatawan asing terbiasa memberikan tip kepada pekerja pariwisata. Menurutnya, kebiasaan tersebut mungkin membuat pekerja lebih antusias melayani turis asing. Ia juga menyinggung kebiasaan wisatawan lokal yang menawar harga.
Pernyataan itu menuai perdebatan karena muncul di tengah pembicaraan mengenai dugaan perbedaan perlakuan terhadap wisatawan domestik dan mancanegara.
Kontroversi tersebut kembali membawa nama Arya Wedakarna ke tengah perbincangan publik pada Oktober 2026, setelah sebelumnya ia terlibat polemik terkait pengalaman liburan Billy Syahputra di Bali.
Recommended By Editor
- Isi permintaan maaf Maudy Ayunda pasca konten cara menghadapi berita buruk dicap wujud ketidakpekaan
- Karnaval di Pekalongan disorot disebut mirip ritual satanik, peserta menyesal dan akui kurang literasi
- Video Maudy Ayunda soal cara hadapi berita buruk dikritik, sang artis akhirnya minta maaf
- Polemik tukang cukur tak pasang Bendera Merah Putih, Camat Rancabungur tegaskan petugas bukan pegawai
- Tukang cukur di Bogor tidak pasang bendera, ucap Indonesia belum merdeka lalu kini minta maaf




