Brilio.net - Ivan Gunawan kembali memperlihatkan keahliannya di dunia mode dengan merancang busana pernikahan bagi putra dan menantu Soimah Pancawati. Aksa Uyun dan Yosika Ayumi tampil serasi dalam balutan busana sarimbit pada acara resepsi yang mengusung adat Jawa Tengah secara kental pada Sabtu (9/5/2026). Karya desainer yang akrab disapa Igun tersebut diketahui memiliki nilai mencapai Rp350 juta untuk satu set busana.

Gaun Pengantin Anak Soimah © 2026

Gaun Pengantin Anak Soimah
© 2026 Instagram/@vazoachmad

Melalui unggahan di media sosial, Ivan Gunawan memaparkan bahwa pakaian tersebut bukan sekadar busana pengantin pada umumnya. Sang desainer menekankan adanya nilai emosional yang tinggi dalam setiap pengerjaannya.

“…Di setiap jahitan ada cerita, dan di setiap detail tersimpan perasaan atau makna…,” tulis Ivan Gunawan menyertai unggahan tentang busana pernikahan Aksa dan Yosika pada Minggu (10/5/2026).

Menanggapi unggahan nilai-nilai pembuatan busana tersebut, orang tua Aksa yakni Soimah dan suami, Koko, mengucapkan terima kasih di kolom komentar.

“nggak bisa berkata apa2, sama sahabatku satu ini, lop yu pull mak🙏🏻🙏🏻🙏🏻🥰🥰🥰,” tulis @showimah.

“maturnuwun pak kaji 🙏🏻,” tulis suami Soimah, @koko_ko_koko.

Nah, berikut adalah 5 penjelasan detail busana pengantin anak Soimah karya Ivan Gunawan dihimpun brilio.net dari KapanLagi dan Instagram @ivan_gunawan, Senin (11/5/2026).

1. Proses Pengerjaan Manual dengan Ribuan Jahitan

Gaun Pengantin Anak Soimah © 2026

Gaun Pengantin Anak Soimah
© 2026 Instagram @ivan_gunawan

Keindahan busana ini lahir dari dedikasi yang luar biasa melalui proses pengerjaan tangan. Ivan Gunawan mengungkapkan bahwa terdapat ribuan jahitan yang dikerjakan secara manual untuk memastikan kualitas terbaik. Baginya, setiap aspek pengerjaan merupakan bagian dari upaya menghadirkan mahakarya yang berkelas untuk hari istimewa Aksa dan Yosika.

2. Perpaduan Material Velvet dan Aksen Emas

Gaun Pengantin Anak Soimah © 2026

Gaun Pengantin Anak Soimah
© 2026 Instagram @ivan_gunawan

Nuansa megah diciptakan melalui pemilihan bahan velvet berwarna cokelat tua. Kemewahan tersebut diperkuat dengan tambahan aksen emas dan bordir tangan yang rumit. Selain itu, taburan kristal yang disusun secara presisi memberikan kesan anggun sekaligus berwibawa bagi kedua mempelai saat berada di pelaminan.

“… The making of Aksa & Yosika’s wedding ensemble was not simply about creating garments.
It was about bringing heritage, emotion, and grandeur to life.
From the intricate hand embroidery to the meticulous placement of crystals and embellishments, every detail was crafted with precision and love….(Proses pembuatan busana pernikahan Aksa & Yosika bukan sekadar menciptakan pakaian. Ini adalah upaya menghidupkan warisan budaya, emosi, dan kemegahan. Mulai dari bordir tangan yang rumit hingga penempatan kristal dan payet yang sangat teliti, setiap detail dikerjakan dengan presisi dan kasih sayang.),” tulis Ivan Gunawan dalam unggahan yang berbeda di Instagram. 

3. Inspirasi Budaya Jawa dengan Sentuhan Modern

Gaun Pengantin Anak Soimah © 2026

Gaun Pengantin Anak Soimah
© 2026 Instagram @ivan_gunawan

Desain busana ini berakar pada keindahan tradisi Jawa namun tetap diberikan sentuhan couture masa kini. Menurut Merriam-Webster, couture merupakan bisnis mendesain, membuat, dan menjual pakaian modis yang dibuat sesuai pesanan.

Ivan Gunawan berupaya menghidupkan warisan budaya melalui komposisi motif yang mencerminkan kekuatan serta romansa abadi. Penggabungan unsur warisan budaya dan kemegahan ini bertujuan menciptakan tampilan ala bangsawan (royal presence).

“… Inspired by the timeless beauty of Javanese tradition, each motif was carefully composed to reflect elegance, strength, and eternal romance.
The deep brown velvet, luxurious gold accents, and majestic silhouette were designed to create a royal presence worthy of their once-in-a-lifetime moment. (Terinspirasi dari keindahan tradisi Jawa yang abadi, setiap motif disusun dengan cermat untuk memancarkan keanggunan, kekuatan, dan romansa yang kekal. Bahan velvet cokelat tua, aksen emas yang mewah, serta siluet yang megah dirancang untuk menciptakan aura bangsawan yang layak bagi momen sekali seumur hidup mereka.),” lanjut Ivan.

4. Filosofi Cinta dan Kekuatan dalam Motif

Gaun Pengantin Anak Soimah © 2026

Gaun Pengantin Anak Soimah
© 2026 Instagram @ivan_gunawan

Setiap elemen dekoratif pada pakaian tersebut memiliki makna mendalam. Motif yang dipilih merupakan simbol dari perjalanan baru pasangan pengantin dalam membina rumah tangga. Ivan menyisipkan filosofi mengenai kasih sayang yang tidak lekang oleh waktu dan keanggunan sebagai pondasi kehidupan bersama.

5. Busana sebagai Wujud Pengabdian Seni

Gaun Pengantin Anak Soimah © 2026

Gaun Pengantin Anak Soimah
© 2026 Instagram @ivan_gunawan

Bagi Ivan Gunawan, menciptakan pakaian untuk keluarga Soimah merupakan bentuk dedikasi yang dituangkan dalam sebuah karya seni. Ia memandang proses ini jauh melampaui sekadar bisnis fashion. Mengenai hal ini, Ivan menegaskan dalam unggahannya, "This is more than couture. This is devotion turned into art. A celebration of culture, craftsmanship, and love."

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Mengapa bahan velvet sering dipilih untuk busana pernikahan adat Jawa klasik?

Bahan velvet atau beludru identik dengan kesan bangsawan dan keraton. Teksturnya yang tebal dan sedikit mengilap mampu memberikan dimensi kemewahan yang kuat, terutama saat dipadukan dengan bordir benang emas atau tembaga.

2. Apa yang membuat harga satu set busana pengantin mencapai ratusan juta rupiah?

Harga tersebut biasanya dipengaruhi oleh penggunaan material premium, tingkat kerumitan bordir tangan (handmade), kualitas kristal yang digunakan, hingga jam terbang desainer dalam menciptakan pola yang sempurna pada tubuh pemakainya.

3. Bagaimana cara merawat busana pengantin dengan detail kristal dan bordir tangan?

Busana seperti ini memerlukan penanganan khusus, biasanya menggunakan metode dry cleaning profesional. Penyimpanannya pun tidak boleh sembarang; harus menggunakan gantungan baju yang kokoh dan dibungkus garment bag berbahan kain agar sirkulasi udara terjaga dan detail kristal tidak mudah lepas.

4. Apakah motif pada busana pengantin Jawa selalu memiliki arti tertentu?

Benar. Dalam tradisi Jawa, motif kain seperti batik atau pola bordir pada kebaya dan beskap biasanya mengandung doa atau harapan, seperti motif Sido Mulyo yang melambangkan kemuliaan atau Sido Asih yang melambangkan kasih sayang.

5. Apa perbedaan utama antara busana pengantin adat standar dengan busana couture karya desainer?

Busana couture dibuat secara eksklusif mengikuti lekuk tubuh klien secara spesifik (made-to-measure). Selain itu, desainnya bersifat unik dan tidak diproduksi massal, dengan fokus utama pada detail pengerjaan tangan yang sangat teliti.