Saringan bak cuci piring cepat berlendir dan bau? Bagian ini jangan cuma dibilas
Diperbarui 20 Okt 2026, 16:40 WIB
Diterbitkan 20 Okt 2026, 10:00 WIB
- 1. Kenali Bagian Saringan yang Sering Menyimpan Kotoran
- 2. Angkat Sisa Makanan Sebelum Membasahi Seluruh Saringan
- 3. Sikat Lubang, Sisi Bawah, dan Celah Saringan
- 4. Bersihkan Dudukan Saringan yang Sering Terlewat
- 5. Bilas, Periksa Bau, dan Pasang Kembali Saringan
- 6. Cegah Saringan Cepat Berlendir dan Bau Kembali
- Bagan alur membersihkan saringan bak cuci piring
- FAQ
Brilio.net - Pernah merasa saringan bak cuci piring sudah bersih setelah dibilas, tetapi beberapa jam kemudian permukaannya kembali licin dan mengeluarkan bau tidak sedap? Kondisi ini bisa terjadi karena sisa makanan berukuran kecil, lemak, dan kotoran masih menempel di bagian yang jarang terlihat.
Saringan bak cuci piring bau tidak selalu harus langsung diatasi dengan cairan pembersih saluran. Coba periksa tiga bagian yang sering terlewat, yaitu lubang-lubang saringan, sisi bawahnya, dan dudukan di sekitar lubang pembuangan. Dengan sabun cuci piring, sikat kecil, dan beberapa langkah sederhana, kamu bisa membersihkan bagian yang mudah dijangkau tanpa perlu membongkar pipa.
1. Kenali Bagian Saringan yang Sering Menyimpan Kotoran
Saringan bak cuci piring bertugas menahan potongan makanan agar tidak langsung masuk ke saluran pembuangan. Namun, fungsi ini membuat nasi, remah sayuran, kulit bahan makanan, dan residu berminyak mudah tertinggal di permukaannya.
Ada empat bagian yang sebaiknya diperiksa saat membersihkannya:
- Permukaan atas: tempat potongan makanan biasanya tertahan.
- Lubang-lubang saringan: celah kecil yang bisa menyimpan remah dan lapisan licin.
- Sisi bawah saringan: bagian yang sering luput karena tidak terlihat saat saringan terpasang.
- Bibir dan dudukan saringan: area di sekitar lubang pembuangan yang bisa menampung sisa makanan dan kotoran.
Lapisan licin yang menempel dapat terbentuk dari campuran residu makanan, lemak, dan mikroorganisme. Karena itu, membilas bagian atas saja belum tentu cukup untuk mengangkat seluruh kotoran.
Perhatikan juga desain saringan di rumah. Ada model berbentuk keranjang yang bisa langsung diangkat, tetapi ada pula yang memiliki mekanisme pengunci. Pastikan komponen memang dapat dilepas sebelum mencoba mengangkat atau memutarnya.
2. Angkat Sisa Makanan Sebelum Membasahi Seluruh Saringan
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuang sisa makanan yang masih tertahan. Cara ini membantu mencegah kotoran padat terdorong masuk ke saluran saat proses penyikatan.
Ikuti langkah berikut:
1. Pastikan tidak ada air panas atau aliran air yang sedang digunakan di bak cuci piring.
2. Angkat saringan jika modelnya memang bisa dilepas dengan mudah.
3. Buang nasi, potongan sayuran, dan sisa makanan lain ke tempat sampah.
4. Jika terdapat kotoran yang melekat, singkirkan perlahan menggunakan tisu atau alat yang sesuai.
5. Kenakan sarung tangan bila diperlukan, terutama saat membersihkan residu lama.
Jangan mengambil kotoran secara sembarangan dengan tangan telanjang jika ada kemungkinan pecahan kaca, tulang tajam, atau benda lain yang bisa melukai kulit. Hindari pula mendorong sisa makanan ke lubang pembuangan.
3. Sikat Lubang, Sisi Bawah, dan Celah Saringan
Setelah sisa makanan dibuang, lanjutkan dengan membersihkan bagian yang bersentuhan langsung dengan residu. Kamu tidak perlu menggunakan cairan khusus jika kotorannya masih tergolong ringan.
Siapkan sabun cuci piring, air, dan sikat kecil berbulu lembut. Kemudian, lakukan langkah berikut:
1. Basahi saringan dengan air secukupnya.
2. Tuangkan sedikit sabun cuci piring pada permukaannya.
3. Sikat bagian atas untuk mengangkat sisa makanan dan lapisan berminyak.
4. Balik saringan jika aman dilakukan, lalu bersihkan sisi bawahnya.
5. Sikat lubang-lubang kecil dan bagian pinggir dengan gerakan perlahan.
6. Bilas hingga tidak ada sisa sabun atau kotoran yang tertinggal.
Penyikatan membantu melepaskan kotoran yang melekat, sedangkan sabun membantu mengangkat residu berminyak. Namun, proses ini tidak berarti saringan otomatis steril dari semua mikroorganisme.
Jangan menggunakan sikat kawat atau alat abrasif pada saringan berlapis yang mudah tergores. Jika materialnya memiliki lapisan khusus, ikuti petunjuk perawatan dari produsen.
Panduan membersihkan setiap bagian saringan
| Bagian yang Dibersihkan | Kotoran yang Perlu Diperiksa | Cara Membersihkan |
|---|---|---|
| Permukaan atas | Nasi, remah, dan residu berminyak. | Buang sisa makanan, lalu cuci menggunakan sabun cuci piring dan air mengalir. |
| Lubang saringan | Remah kecil dan lapisan licin. | Sikat perlahan menggunakan sikat kecil yang bersih agar kotoran di sela lubang terangkat. |
| Sisi bawah | Kotoran yang tidak terlihat dari atas. | Balik saringan jika aman dipegang, sikat bagian bawah, lalu bilas hingga bersih. |
| Bibir saringan | Residu makanan di bagian pinggiran. | Sikat bagian pinggir atau lap menggunakan kain bersih yang dibasahi air sabun. |
| Dudukan saringan | Lapisan licin dan sisa makanan. | Bersihkan bagian yang mudah dijangkau menggunakan sikat atau kain, lalu bilas jika bahannya memungkinkan. |
4. Bersihkan Dudukan Saringan yang Sering Terlewat
Nah, bagian ini sering dilupakan meskipun saringan sudah dicuci sampai bersih. Dudukan saringan merupakan area di sekitar lubang pembuangan yang dapat menyimpan residu makanan dan lapisan licin.
Saat saringan diangkat, perhatikan lingkaran di sekeliling lubang pembuangan. Jika terlihat kotoran, bersihkan dengan sikat kecil atau kain yang sesuai.
Berikut caranya:
1. Pastikan saringan sudah dilepas dan area di sekitarnya mudah dijangkau.
2. Basahi kain atau sikat kecil dengan air dan sedikit sabun cuci piring.
3. Bersihkan bagian bibir dan dudukan yang terlihat kotor.
4. Usap kembali dengan kain bersih yang dibasahi air untuk mengangkat sisa sabun.
5. Periksa apakah masih ada residu yang tertinggal di bagian yang mudah dijangkau.
Jangan memasukkan sikat atau benda lain terlalu dalam ke lubang pembuangan. Selain berisiko merusak komponen tertentu, tindakan tersebut bisa mendorong kotoran lebih jauh ke dalam saluran.
Jika konstruksi saluran memiliki komponen yang tidak mudah dilepas, cukup bersihkan bagian luarnya. Tidak perlu membongkar sambungan pipa hanya untuk menjalankan perawatan rutin ini.
5. Bilas, Periksa Bau, dan Pasang Kembali Saringan
Setelah saringan dan dudukannya dibersihkan, bilas semua bagian yang terkena sabun. Periksa kembali lubang-lubang kecil dan sisi bawah untuk memastikan tidak ada sisa makanan yang masih menempel.
Tiriskan saringan, lalu keringkan permukaan yang mudah dijangkau jika diperlukan. Pasang kembali sesuai posisi semula agar komponen dapat menahan sisa makanan dengan baik.
Alirkan air secukupnya dan perhatikan apakah air mengalir seperti biasa. Jika bau berkurang, kemungkinan sebagian sumber bau memang berasal dari residu pada komponen yang baru dibersihkan.
Namun, bau yang menetap tidak selalu berarti saringannya masih kotor. Sumbernya mungkin berasal dari bagian saluran yang lebih dalam, perangkap air atau P-trap, maupun masalah instalasi lainnya. Jika bau menyerupai bau saluran pembuangan, muncul kembali dengan cepat, atau disertai aliran air yang melambat, lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Hindari menuangkan campuran bahan pembersih secara sembarangan. Jangan mencampur pemutih dengan cuka, amonia, atau produk pembersih lain karena dapat menghasilkan gas berbahaya.
6. Cegah Saringan Cepat Berlendir dan Bau Kembali
Supaya saringan tidak cepat kotor lagi, kamu bisa membiasakan beberapa hal sederhana setiap selesai mencuci piring.
- Buang sisa makanan ke tempat sampah sebelum mencuci peralatan makan.
- Angkat residu yang tertahan di saringan setelah selesai digunakan.
- Bersihkan permukaan atas dan sisi bawah secara berkala, sesuai intensitas pemakaian.
- Periksa dudukan saringan ketika melakukan pembersihan menyeluruh.
- Jangan menuangkan minyak jelantah atau lemak dalam jumlah banyak ke saluran pembuangan.
- Pastikan saringan terpasang dengan benar dan tidak menyisakan celah yang membuatnya sulit dibersihkan.
Tidak perlu menunggu sampai bau muncul untuk membersihkan bagian tersebut. Saringan yang digunakan setiap hari mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih sering dibandingkan saringan yang jarang dipakai.
Bagan alur membersihkan saringan bak cuci piring
FAQ
1. Kenapa saringan bak cuci piring cepat berlendir dan bau?
Saringan bisa cepat berlendir dan berbau karena sisa makanan, lemak, dan kotoran menumpuk di permukaan, lubang-lubang kecil, sisi bawah, serta dudukan saringan. Membilas bagian atas saja belum tentu mengangkat seluruh residu yang menempel.
2. Bagaimana cara membersihkan saringan bak cuci piring yang berlendir?
Angkat saringan jika bisa dilepas, buang sisa makanan ke tempat sampah, lalu sikat permukaan atas, lubang-lubang, dan sisi bawah menggunakan sedikit sabun cuci piring. Bersihkan juga dudukan di sekitar lubang pembuangan, kemudian bilas hingga bersih dan pasang kembali.
3. Kenapa bak cuci piring masih bau meski saringannya sudah dibersihkan?
Bau yang menetap bisa berasal dari kotoran di bagian saluran pembuangan yang lebih dalam, perangkap air (P-trap), atau masalah instalasi lainnya. Jika bau terus muncul atau aliran air melambat, periksa saluran lebih lanjut dan hindari mencampur berbagai bahan pembersih secara sembarangan.
(brl/tin)
RECOMMENDED ARTICLES
- Sisa adonan menempel di whisk? Begini cara mengeluarkannya dari sela kawat
- Parutan keju sulit dibersihkan karena sisa keju menempel? Coba trik ini
- Nasi menempel di sendok rice cooker? Begini cara mengurangi sisa nasi yang sulit lepas
- Cara membersihkan celah tutup wadah makanan yang menghitam, cukup pakai sikat kecil
- Freezer cepat penuh bunga es, periksa cara menutup dan menyimpan makanan
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya-
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas
-
Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia
-
Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya-
5 Resep toast lezat dan praktis yang siap saji kurang dari 10 menit dengan bahan seadanya di kulkas
13 / 10 / 2026 10:00 WIB -
17 Resep olahan terong ungu berkuah, dari opor hingga kuah pedas
19 / 10 / 2026 09:00 WIB -
8 Resep olahan lele buat mealprep yang rasanya nampol dan kantong tetap aman, gampang ternyata
08 / 10 / 2026 10:00 WIB -
8 Resep olahan terong khas luar negeri yang lezatnya nendang, rasanya otentik pakai bahan dari pasar
06 / 10 / 2026 09:00 WIB