Kain lap dapur cepat bau padahal baru dicuci? Cek 5 kebiasaan yang sering diabaikan
Diperbarui 23 Agt 2026, 13:17 WIB
Diterbitkan 23 Agt 2026, 11:00 WIB
Brilio.net - Kain lap dapur cukup sering digunakan untuk mengelap air, sisa makanan, minyak, sampai permukaan meja dan kompor. Karena bersentuhan dengan berbagai jenis kotoran, kain bisa kembali berbau meski baru selesai dicuci, terutama jika masih menyimpan kelembapan atau residu dari penggunaan sebelumnya.
Kebiasaan setelah mencuci juga perlu diperhatikan. Lap yang langsung ditumpuk, belum benar-benar kering, atau digunakan untuk berbagai jenis kotoran tanpa dipisahkan bisa membuat bau lebih cepat muncul kembali.
5 Kebiasaan yang bikin kain lap dapur cepat bau
1. Langsung ditumpuk saat masih lembap
Kain lap yang belum kering sempurna masih menyimpan kelembapan di dalam seratnya. Jika langsung ditumpuk atau diletakkan di tempat tertutup, proses pengeringannya menjadi lebih lambat. Kondisi tersebut bisa membuat kain lebih mudah berbau kurang sedap.
Langkah:
1. Setelah dicuci, peras kain sampai air berlebih berkurang.
2. Bentangkan kain agar seluruh permukaannya terkena udara.
3. Pastikan kain benar-benar kering sebelum dilipat atau disimpan.
2. Hanya dibilas setelah dipakai mengelap minyak
Air saja belum tentu cukup untuk mengangkat seluruh residu minyak yang menempel pada kain. Lap yang terlihat bersih masih mungkin menyimpan sisa minyak pada seratnya. Residu tersebut bisa membuat kain kembali terasa licin atau menimbulkan bau ketika digunakan lagi.
| Kondisi Lap | Yang Mungkin Tertinggal |
|---|---|
| Dipakai mengelap minyak | Residu minyak. |
| Dipakai mengelap kuah | Sisa makanan atau kuah. |
| Dipakai mengelap air | Kelembapan. |
| Dipakai berkali-kali | Campuran berbagai residu. |
3. Tidak dibilas sampai sisa bahan pencuci berkurang
Pembilasan yang kurang optimal bisa membuat sebagian bahan pencuci tertinggal pada kain. Karena itu, jangan hanya melihat apakah masih ada busa atau tidak. Perhatikan juga apakah kain sudah dibilas dengan air bersih sampai tidak terasa licin karena residu pencuci.
Langkah:
1. Bilas kain dengan air bersih setelah proses pencucian.
2. Remas kain beberapa kali selama pembilasan.
3. Lanjutkan sampai sisa bahan pencuci berkurang dan air bilasan terlihat lebih bersih.
4. Menggunakan satu lap untuk berbagai jenis kotoran
Satu kain lap yang dipakai untuk meja, kompor, minyak, tumpahan makanan, dan area basah akan menampung berbagai jenis residu. Walaupun sudah dicuci, penggunaan sebelumnya tetap perlu diperhatikan. Memisahkan lap berdasarkan penggunaannya bisa membantu mengurangi tercampurnya kotoran dari berbagai area.
| Penggunaan Lap | Yang Perlu Diperhatikan |
|---|---|
| Mengelap meja makan | Sebaiknya dipisahkan dari lap kompor. |
| Membersihkan minyak | Segera bersihkan setelah digunakan. |
| Mengelap tumpahan makanan | Jangan dibiarkan terlalu lama. |
| Mengelap area basah | Segera keringkan setelah digunakan. |
5. Menyimpan lap di tempat yang minim sirkulasi udara
Lap yang sudah dicuci tetap perlu dikeringkan sebelum disimpan. Meletakkannya di bawah tumpukan benda atau dalam wadah tertutup saat masih lembap bisa memperlambat proses pengeringan. Setelah kain benar-benar kering, simpan di tempat yang bersih dan tidak lembap.
Langkah:
1. Keringkan kain sampai seluruh bagian tidak lagi terasa lembap.
2. Hindari menaruh lap basah di dalam wadah tertutup.
3. Simpan kain yang sudah kering di tempat bersih dan memiliki sirkulasi udara cukup.
Bedakan bau dari lap lembap dan residu kotoran
Bau yang muncul pada kain lap tidak selalu berasal dari satu penyebab. Perhatikan kondisi kain dan kapan bau tersebut mulai muncul agar kebiasaan yang perlu diperbaiki lebih mudah diketahui.
| Kondisi yang Terlihat | Hal yang Perlu Diperhatikan |
|---|---|
| Bau muncul saat kain masih lembap | Proses pengeringan. |
| Lap terasa licin | Kemungkinan ada residu minyak atau bahan pencuci. |
| Bau muncul setelah digunakan mengelap makanan | Jenis kotoran yang menempel. |
| Lap sudah kering tetapi tetap berbau | Cara pencucian, pembilasan, dan kondisi kain. |
Kebiasaan sederhana agar lap tidak cepat bau lagi
Tidak perlu langsung mengganti kain setiap kali muncul bau. Coba perhatikan beberapa kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan penggunaan dan penyimpanannya.
1. Jangan menumpuk lap saat masih basah.
2. Pisahkan lap berdasarkan area atau jenis penggunaannya.
3. Bersihkan lap segera setelah digunakan untuk mengelap minyak atau sisa makanan.
4. Bilas kain sampai sisa bahan pencuci berkurang.
5. Keringkan kain secara menyeluruh sebelum disimpan.
6. Periksa kondisi kain jika bau tetap muncul setelah dicuci dan dikeringkan.
Kapan kain lap dapur sebaiknya diganti?
Kain lap yang sudah terlalu rusak bisa lebih sulit digunakan dan dibersihkan secara optimal. Penggantian dapat dipertimbangkan jika serat kain sudah menipis, daya serapnya menurun, atau bau tetap bertahan meski kain sudah dicuci dan dikeringkan dengan baik.
Perhatikan juga perubahan tekstur kain. Jika permukaannya sudah terlalu kasar, rusak, atau terasa terus-menerus berminyak, kain tersebut mungkin sudah tidak lagi nyaman digunakan untuk pekerjaan dapur sehari-hari.
FAQ
Apakah kain lap dapur perlu langsung dicuci setiap kali digunakan?
Tidak semua penggunaan memiliki tingkat kotoran yang sama. Lap yang terkena minyak, sisa makanan, atau kotoran lain sebaiknya segera dibersihkan agar residu tidak terlalu lama menempel pada kain.
Mengapa lap yang sudah kering masih bisa berbau?
Bau yang tetap muncul setelah kain kering bisa menjadi tanda masih ada residu dari penggunaan atau proses pencucian yang perlu diperhatikan. Kondisi kain yang sudah lama digunakan juga bisa menjadi salah satu faktor.
Apakah lap dapur perlu dipisahkan berdasarkan warna?
Warna bukan faktor utama. Yang lebih penting adalah memisahkan kain berdasarkan fungsi dan area penggunaan, misalnya lap untuk meja makan tidak dicampur dengan lap untuk membersihkan kompor.
Bolehkah menyimpan lap dapur di bawah wastafel?
Bisa saja jika tempat tersebut bersih dan kering, tetapi kain harus benar-benar kering sebelum disimpan. Hindari menyimpan lap yang masih lembap di ruang tertutup.
Bagaimana mengetahui lap masih layak digunakan?
Perhatikan daya serap, kondisi serat, kebersihan, dan baunya. Jika kain sudah rusak, tidak lagi menyerap dengan baik, atau tetap berbau setelah dibersihkan dan dikeringkan, pertimbangkan untuk menggantinya.
(brl/tin)
RECOMMENDED ARTICLES
- Lap dapur berminyak dan bau susah hilang? Coba rendam pakai 3 bahan ini
- Wadah silikon terasa licin dan berminyak meski sudah dicuci, begini cara membersihkannya tanpa merusak
- Tungku kompor penuh kerak bisa dibersihkan tanpa air panas, coba racikan ini
- Kenapa karet kulkas menghitam? Ternyata ini penyebab yang sering terlewat
- Kenapa lap dapur tetap bau minyak padahal sudah dicuci? Ini penyebabnya
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya-
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas
-
Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia
-
Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya-
Punya kangkung yang mau layu? ini cara mengolahnya jadi cah kangkung yang tetap kriuk dan segar
21 / 08 / 2026 20:00 WIB -
25 Resep kue dari tepung beras, dari jajanan pasar hingga kue kukus
21 / 08 / 2026 09:00 WIB -
12 Resep chinese food andalan sejuta umat, cocok untuk menu rumahan
21 / 08 / 2026 12:00 WIB