Cara memangkas asupan garam sehari hingga 20% tanpa bikin masakan hambar, kuncinya gampang ternyata
Diperbarui 9 Sep 2026, 09:21 WIB
Diterbitkan 9 Sep 2026, 13:11 WIB
Brilio.net - Aroma masakan gurih yang hangat selalu punya sihir tersendiri untuk memanjakan lidah kapan saja. Santapan harian terasa kurang lengkap kalau belum ada jejak rasa asin yang pas di setiap gigitan.
Hanya saja, taburan garam yang berlebihan dalam setiap olahan dapur diam-diam menyimpan risiko tersendiri bagi kesehatan. Menikmati sajian lezat sebenarnya tidak harus selalu bergantung pada takaran garam tinggi. Ternyata, ada banyak trik praktis yang bisa dicoba agar racikan masakan tetap terasa gurih mantap tanpa harus mengorbankan kesehatan.
Mengapa Perlu Mengurangi Garam dalam Masakan?
Konsumsi garam berlebihan itu ternyata jadi salah satu penyebab utama naik risiko penyakit berat. Bayangkan saja, ancaman seperti hipertensi, stroke, penyakit jantung, sampai gangguan fungsi ginjal bisa datang mengintai. Semua berawal dari kadar natrium darah yang melonjak terlalu tinggi. Tubuh secara otomatis bakal menahan cairan ekstra. Efek lanjutannya, kerja pembuluh darah sama organ jantung mendadak jadi makin berat.
Foto: Shutterstock.com
Lalu, seberapa banyak batas aman sehari-hari? Kementerian Kesehatan RI bareng WHO sudah menetapkan angkanya. Batas aman harian buat orang dewasa berada di kisaran 2.000 mg natrium, atau setara satu sendok teh garam dapur. Hitungan ini bukan cuma garam dari masakan rumah. Angka ini mencakup seluruh asupan natrium harian, termasuk dari camilan favorit, makanan kemasan, sampai saus.
Cara Mengurangi Garam dalam Masakan
Menurunkan kadar asin di piring sebenarnya bukan hal rumit. Langkah awal yang paling pas adalah memotong takaran garam secara bertahap. Coba kurangi sekitar sepuluh sampai dua puluh persen secara berkala. Langkah ini penting banget karena indra pengecap butuh waktu buat beradaptasi sama rasa asli bahan makanan.
Biar rasa masakan tidak hambar, manfaatkan kekuatan rempah dan bumbu alami. Racikan ketumbar, merica, kayu manis, jahe, atau serai bisa bikin aroma masakan makin semerbak. Profil rasanya bakal tetap ramai tanpa perlu bantuan natrium berlebih. Jangan lupa juga sama keajaiban bawang. Menumis bawang merah, bawang putih, atau bawang bombay sampai terkaramelisasi akan mengeluarkan rasa manis dan gurih alami yang mantap.
Foto: Shutterstock.com
Trik lainnya, coba tambahkan sentuhan rasa asam dari cuka atau jeruk. Rasa asam punya keahlian khusus buat menipu indra pengecap. Hasilnya, sajian bakal terasa jauh lebih segar dan menonjol meski cuma pakai sedikit garam. Eksplorasi bahan makanan yang gurih alami juga tidak kalah seru. Bahan seperti tomat, jamur, rumput laut, atau kaldu alami itu kaya glutamat bebas yang siap menguatkan rasa.
Saat belanja persediaan dapur, sempatkan membaca label di kemasan. Pilih opsi kecap, saus, atau bumbu instan dengan label rendah garam. Terakhir, stop kebiasaan langsung menabur garam di awal masak. Selalu cicipi dulu masakan di akhir proses sebelum memutuskan perlu racikan asin tambahan atau tidak. Hal ini sangat penting misalnya saat mencoba resep tempe goreng atau masakan rumahan lainnya.
Bahan Pengganti Garam untuk Membuat Masakan Tetap Gurih
Banyak pilihan bahan hebat yang bisa menggantikan peran asin di atas wajan. Rempah seperti lada hitam, pala, cengkih, dan ketumbar mampu memberikan rasa hangat sekaligus aroma tajam yang menutup rasa sepi tanpa garam. Duo bawang putih dan bawang merah juga memegang peranan krusial. Kandungan di dalamnya menghadirkan aroma memikat yang langsung memperjelas rasa lezat sajian.
Buat hidangan berkuah seperti sayur bening atau olahan laut, perasan jeruk nipis maupun lemon bakal menyuntikkan kesegaran instan. Kehadiran kaldu jamur, ayam, atau sapi tanpa tambahan garam juga ampuh membangun fondasi rasa gurih yang mendalam.
Opsi menarik lainnya adalah memanfaatkan MSG untuk memangkas natrium. Salah satu manfaat MSG adalah kandungan natrium dalam MSG yang sepertiga dari garam Jadi rasa umami tetap terasa kuat dengan total natrium yang terhitung lebih hemat.
MSG sendiri sebenarnya merupakan garam natrium dari asam glutamat. Jenis asam amino non-esensial ini sudah ada di dalam tubuh dan melimpah di tomat, keju, dan daging. Ketika diproses jadi MSG, strukturnya makin stabil dan mudah larut buat melezatkan masakan. Organisasi kesehatan dunia seperti WHO dan FDA pun menyatakan MSG aman dikonsumsi dengan batas penggunaan yang jelas seperti gula atau garam.
Kalau mencari pilihan terbaik, Sasa MSG jawabannya. Produk ini terbuat dari tetes tebu alami lewat proses fermentasi higienis yang menghasilkan protein glutamat alami. Urusan keamanan juga lengkap banget dengan Sertifikat HALAL MUI, izin MD-BPOM Kementerian Kesehatan, sertifikat FDA-USA, hingga Sertifikat Kosher. Bahkan Komunitas Eropa menyatakan produk ini aman dikonsumsi tanpa batasan dan bisa dipakai secukupnya layaknya garam, lada, atau gula.
(brl/lak)RECOMMENDED ARTICLES
- Tanda-tanda tubuhmu sudah teriak karena kebanyakan natrium, ini bahaya mengonsumsi garam berlebihan
- Strategi anak picky eater bisa makan sendiri tanpa disuruh-suruh, ternyata segampang ini
- Lebih dari sekadar penyedap, ini manfaat konsumsi MSG bagi ibu hamil yang nafsu makannya lemah
- Resep Bakso otentik ala restoran legendaris, begini trik kuahnya sedap & gurih tanpa banyak garam
- Resep bakso gepeng yang kenyal dengan kaldu gurih di rumah, ternyata gampang banget
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya-
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas
-
Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia
-
Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas