Brilio.net - Dokumentasi visual seorang pria bernama Rahadian Marga Saputra yang mengenakan pakaian kebaya perempuan saat mengikuti prosesi Kirab Malam 1 Suro di Puro Mangkunegaran, Solo, sempat menjadi viral dan memicu perdebatan luas di media sosial belum lama ini.

Tindakan mengenakan kebaya hitam lengkap dengan sanggul tersebut mendapatkan kritik tajam dari elemen masyarakat, budayawan, hingga pengamat budaya Jawa. Hal ini disebabkan karena pilihan busana tersebut dinilai menyimpang dari pakem resmi tradisi Mangkunegaran.

Rahadian Marga Saputra kebaya Kirab 1 Suro Mangkunegaran © 2026

Rahadian Marga Saputra kebaya Kirab 1 Suro Mangkunegaran
© 2026 /Instagram/@rahadianms

Menanggapi situasi yang berkembang, Ketua Panitia Penyelenggara Kirab, Gusti Sura, menegaskan bahwa pihak Puro Mangkunegaran tidak pernah mengeluarkan kebijakan khusus atau dispensasi bagi pihak manapun untuk melanggar pedoman busana adat yang sudah berlaku. Rahadian Saputra juga menegaskan bahwa tindakan tersebut murni atas kehendak personal dan tidak mengikat keterlibatan pihak lain.

Rahadian Marga Saputra kebaya Kirab 1 Suro Mangkunegaran © 2026

Rahadian Marga Saputra kebaya Kirab 1 Suro Mangkunegaran
© 2026 /Instagram/@rahadianms

Klarifikasi dan Permohonan Maaf Rahadian Saputra

Rahadian Marga Saputra kebaya Kirab 1 Suro Mangkunegaran © 2026

Rahadian Marga Saputra kebaya Kirab 1 Suro Mangkunegaran
© 2026 /Istimewa

Menyadari dampak dari kegaduhan tersebut, Rahadian Saputra akhirnya menyampaikan klarifikasi terbuka melalui unggahan rekaman video di akun Instagram pribadinya. Penjelasan tersebut disampaikan sebagai wujud tanggung jawab penuh atas pilihan pribadinya.

Dalam pernyataan resminya, Rahadian Saputra mengungkapkan secara langsung:

"Saya Rahadian Marga Saputra, saya mengakui sepenuhnya kesalahan saya dalam mengenakan busana wanita pada acara sakral Mangkunegaran beberapa waktu lalu. Keputusan tersebut saya ambil dengan kesadaran dan kehendakan saya sendiri, oleh karena itu tanggung jawab atas tindakan tersebut sepenuhnya berada pada saya.

Saya menyadari tindakan saya tersebut menunjukkan bahwa kurangnya pemahaman dan penghormatan terhadap nilai, adat, dan budaya. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga Mangkunegaran, para budayawan, masyarakat Jawa, dan masyarakat Indonesia yang merasa kecewa dan tersinggung terhadap tindakan saya.

Beberapa waktu terakhir ini, saya meluangkan waktu untuk refleksi diri, mendengarkan masukan, dan juga memahami perspektif yang diberikan oleh masyarakat. Kritik dan saran yang diberikan akan saya jadikan pelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dan saya juga berjanji untuk tidak melakukan dan mengulangi hal ini lagi.

Sekali lagi, saya mohon maaf kepada seluruh keluarga besar Mangkunegaran dan seluruh masyarakat yang terkena dampak atas tindakan saya ini. Dan juga saya ingin berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengingatkan dan memberikan saya kesempatan untuk belajar dari kesalahan ini."

Rahadian Marga Saputra kebaya Kirab 1 Suro Mangkunegaran © 2026

Rahadian Marga Saputra kebaya Kirab 1 Suro Mangkunegaran
© 2026 /Instagram/@rahadianms

Komitmen Evaluasi Diri dan Penghormatan Adat

Melalui penyampaian tersebut, seluruh teguran, masukan, maupun kritik dari publik diterima secara terbuka sebagai bahan evaluasi personal demi meningkatkan pemahaman terhadap warisan kebudayaan di masa mendatang. Rahadian Saputra juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen yang telah memberikan koreksi demi menjaga kelestarian tradisi.