Brilio.net -  Banyak orang mengatakan menahan rindu dengan orang tercinta itu berat. Apalagi kalau rindunya pada kedua orang tua. Rasa sedih ingin berjumpa seakan selalu menyelimuti hati saat jauh dari ayah dan ibu.

Kondisi ini biasanya sering dialami oleh anak rantau. Mereka harus rela berpisah dengan kedua orang tua demi mengenyam pendidikan atau bahkan pekerjaan. Nah, jika sudah dilanda rindu, hanya komunikasi lewat smartphone yang bisa dilakukan. Entah itu saling mengirim pesan, bertelepon, atau melakukan video call.

Bukan hal yang mudah menjadi anak rantau apabila terus teringat ayah dan ibu di kampung halaman. Pantun untuk orang tua bisa menjadi penawar kerinduan sembari menunggu momen bisa pulang kampung dan berkumpul. Dengan mengungkapkan pantun rindu tersebut hati akan terasa lega.

Ada banyak pantun rindu untuk orang tua yang bisa kamu sampaikan. Berikut brilio.net telah merangkum 75 pantun rindu untuk orang tua dihimpun dari berbagai sumber, Rabu (29/9).

Pantun rindu ayah tercinta, menyentuh hati.

Pantun rindu untuk orang tua © berbagai sumber

foto: freepik.com

1. Habis mandi tak lupa pakai baju
Pakai baju warna abu-abu
Ayah bagaimana kabarmu
Aku rindu kepadamu

2. Langit itu berwarna biru
Jika dilihat sangatlah indah
Sudah lama kita tak bertemu
Ayah kapan pulang ke rumah

3. Sore hari halaman disapu
Disapu sampai bersih
Sudah lama tidak melihatmu
Aku merindukanmu ayah

4. Memancing ikan di tengah danau
Di tengah danau pakai perahu
Aku rindu kepadamu
Ayah jagalah kesehatanmu

5. Pergi ke laut dengan perahu
Di laut menangkap ikan kerapu
Apakah ayah tahu
Aku sangat merindukanmu

6. Ke laut mencari cumi-cumi
Tinta hitam untuk melindungi diri
Rindu ini besar sekali
Sudah lama ayah tak kembali

7. Pergi ke sawah mencari tebu
Tebus manis semanis madu
Rinduku menggebu-gebu
Sudah lama tak berjumpa denganmu

8. Pagi hari mencari udang
Mencari udang di pinggir danau
Rindu ini sebesar gunung
Sudah sewindu tak bertemu

9. Jalan-jalan ke Pulau Bali
Di Bali membeli sepatu
Ayah ini kapan kembali
Sudah lama aku menahan rindu

10. Pergi ke laut dengan perahu
Di laut mencari cumi-cumi
Rindu ini sudah menggebu-gebu
Sudah setahun ayah tak kembali

11. Sarapan pagi dengan roti bakar
Habis sarapan berangkat sekolah
Sudah lama kita tak berkabar
Bagaimana kabarmu ayah

12. Pagi cerah berbaju ketat
Senyum berhias seri seroja
Pergi ayah terlalu cepat
Belum puas diri bermanja

13. Serawa dimasak lama sehari
Kelapa diperah sebelah saja
Nyawa anak umpama diberi
Tanpa ayah siapalah kita

14. Sudah salat diri dijaga
Kuntum kelopak sinar mentari
Ayah ibarat kasturi syurga
Harum semerbak sukar dicari

15. Memancing ikan di tengah danau
Di tengah danau pakai perahu
Aku rindu kepadamu
Ayah jagalah kesehatanmu

16. Pagi hari mencari udang
Mencari udang di pinggir danau
Rindu ini sebesar gunung
Sudah sewindu tak bertemu

17. Pergi ke sawah mencari tebu
Tebus manis semanis madu
Rinduku menggebu-gebu
Ingin bertemu dengan ayahku

18. Burung merpati terbang ke bawah
Hinggap gembira di pohon sena
Murung di hati terkenang ayah
Mengadap pusara ku mohon doa

19. Batu belah berbongkah-bongkah,
Di balik batu ular berbisa.
Ke mana kaki hendak melangkah,
Ke sana pula rindu ini terasa.

20. Masih payah sama teringin
Sukar dicari diberi percaya
Kasih ayah umpama lilin
Membakar diri memberi cahaya

21. Sarapan pagi dengan roti bakar
Habis sarapan berangkat sekolah
Sudah lama kita tak berkabar
Bagaimana kabarmu ayah

22. Diri berjubah sungguh bergaya
Masih bersujud bersulam taqwa
Memori ayah penyuluh cahaya
Kasih tak luput di dalam jiwa

23. Sarapan pagi dengan roti bakar
Habis sarapan berangkat sekolah
Sudah lama kita tak berkabar
Bagaimana kabarmu ayah

24. Diri berjubah sungguh bergaya
Masih bersujud bersulam taqwa
Memori ayah penyuluh cahaya
Kasih tak luput di dalam jiwa

25. Air jatuh di daun talas
Pohon tinggi tempat si lebah
Tiada jasa yang bisa terbalas
Hanya doa untukmu wahai ayah


Pantun rindu ibu, penuh kasih sayang.

Pantun rindu untuk orang tua © berbagai sumber

foto: Instagram/@wiroregar

26. Anak kecil pergi ke sawah
Sampai disana celananya basah
Siang dan malam kasih kau curah
Kini saatnya kita berpisah

27. Pergi rekreasi ke Pantai Kuta
Berdiri tegak si Mercusuar
Semakin jauh aku berada
Semakin rindu ibu membesar

28. Ketika hujan mulai menghadang
Segeralah ambil payung
Tak sabar rasanya ingin pulang
Memeluk ibu yang ada di kampung

29. Ke sekolah pergi belajar
Guru menulis dengan kapur
Rindu pada ibu kian menjalar
Menusuk kalbu mengganggu tidur

30. Masak ayam dengan kentang
Untuk makan ketika malam
Hanya wajah ibu yang terbayang
Setiap siang dan malam

31. Mandi subuh di pagi buta
Setelah itu langsung sarapan
Ibu menjadi sosok utama
Yang selalu aku rindukan

32. Sebelum tidur pasang kelambu
Semoga terlelap dalam mimpi
Setiap berpisah denganmu ibu
Rindu menghantam menusuk nadi

33. Pergi ke sungai mencari rebung
Untuk dimakan di malam sabtu
Tak sabar rasanya pulang kampung
Ingin mencium dan menggendong ibu

34. Jalan-jalan ke Danau Toba
Jangan lupa naik perahu angsa
Ibuku sayang ibuku rindu
Terpatri di hati sepanjang masa

35. Mangga jatuh busuk sebelah
Sebelum dimakan dicuci dahulu
Ke manapun kaki melangkah
Pada Ibu selalu ku rindu

36. Kerja bakti masyarakat desa
Semua hadir riang gembira
Kasih ibu sepanjang masa
Yang tak terbayar pengorbanannya

37. Kucing kota banyak bulu
Bentuknya lucu dan sangat jinak
Aku sangat bangga padamu ibu
Walau lelah kau tetaplah bijak

38. Rajinlah kamu berolahraga
Agar sehat jantung dan paru-paru
Aku mencintaimu wahai Mama
Dalam sadar dan lelapku

39. Ke pasar Bukittinggi naik bendi
Singgah sejenak di Ramayana
Untukmu ibu yang telah pergi
Tenanglah engkau di alam sana

40. Perlibur panjang ke Jakarta
Esoknya pergi ke Kota Tua
Ibu pergi untuk selamanya
Tinggal kenangan dan ajarannya

41. Masak ayam dengan kentang
Untuk makan ketika malam
Hanya wajah ibu yang terbayang
Di setiap siang dan malam

42. Sebelum tidur pasang kelambu
Semoga terlelap dalam mimpi
Setiap berpisah denganmu ibu
Rindu menghantam menusuk nadi

43. Jalan-jalan ke Danau Toba
Jangan lupa naik perahu angsa
Ibuku sayang ibuku rindu
Terpatri di hati sepanjang masa

44. Ketika hujan mulai menghadang
Segeralah ambil payung
Tak sabar rasanya ingin pulang
Memeluk ibu yang ada di kampung

45. Ke sekolah pergi belajar
Guru menulis dengan kapur
Rindu pada ibu kian menjalar
Menusuk kalbu mengganggu tidur

46. Mandi subuh di pagi buta
Setelah itu langsung sarapan
Ibu menjadi sosok utama
Yang selalu aku rindukan

47. Pergi ke sungai mencari rebung
Untuk dimakan di malam sabtu
Tak sabar rasanya pulang kampung
Ingin mencium dan menggendong ibu

48. Pergi rekreasi ke Pantai Kuta
Berdiri tegak si Mercusuar
Semakin jauh aku berada
Semakin rindu ibu membesar

49. Malam hari mencari mangsa
Kelelawar tidur di siang hari
Selalu terbayang di pelupuk mata
Sosok ibu yang telah pergi

50. Bermain bola memakai sepatu
Rumput lapangan hijau warnanya
Terima kasih padamu ibu
Telah membesarkan sepenuh jiwa


Pantun rindu keluarga di rumah, penuh makna mendalam.