Brilio.net - Kepergian Rugaiya Usman Wiranto meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Wiranto. Kabar wafatnya istri mantan Panglima TNI itu menggema sejak Minggu sore (16/11) setelah dinyatakan meninggal di Bandung. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal (Mar) Freddy Ardianzah.

Suasana duka menyelimuti keluarga sejak kabar itu tersebar. Perjalanan jenazah dari Bandung menuju Jakarta, lalu diterbangkan ke Solo menjadi momen berat yang harus dilalui keluarga besar. Proses pemindahan jenazah dilakukan dengan penuh kehormatan sebelum akhirnya dibawa ke tempat peristirahatan terakhir.

Rangkaian prosesi pemakaman di Kompleks Pemakaman Keluarga Astana Wukir Sirna Raga, Taman Memorial Delingan, Karanganyar, berlangsung khidmat. Rombongan keluarga, termasuk Wiranto, tiba pada Senin pagi sekitar pukul 9.30 WIB setelah perjalanan udara dari Jakarta menuju Bandara Adi Soemarmo. Jenazah kemudian dibawa ke lokasi pemakaman untuk dilakukan salat jenazah dan upacara perpisahan.

Freddy Ardianzah sebelumnya menyampaikan bahwa keluarga dan institusi TNI turut berduka. Ia memberikan doa agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik. Ia juga menyampaikan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi masa sulit ini.

Istri Wiranto meninggal dunia © 2025 brilio.net

foto: Liputan6.com/Fajar Abrori

"Semoga Almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan," kata Freddy di Jakarta, dikutip dari Merdeka, Senin (17/11).

Wiranto kemudian menyampaikan sambutan setelah salat jenazah. Ia berdiri di hadapan keluarga besar dan para pelayat dengan raut yang dipenuhi kesedihan. Ia mencoba menguatkan diri untuk menyampaikan pesan perpisahan bagi istri tercinta yang menemaninya selama puluhan tahun.

Sambutan tersebut menggambarkan betapa beratnya kepergian sang istri bagi Wiranto. Ia menuturkan bahwa keluarga sudah berusaha ikhlas menerima takdir tersebut, meski kesedihan tak bisa disembunyikan.

"Ibunda, istri kami tercinta, bisa terus bersama sama keluarga sampai istilah Jawanya kaken kaken ninen ninen. Namun Allah berkehendak lain, telah memanggil beliau mendahului kita semua. Saya sebagai suami, kepala keluarga, kita ridho kita ikhlas kepergian beliau. Semoga husnul khotimah, amin," ujarnya.

Prosesi pemakaman berlangsung haru sejak peti jenazah diturunkan ke liang lahat. Wiranto berada di barisan paling depan untuk mengantar sang istri hingga ke tempat peristirahatan terakhir. Putra dan cucunya turun langsung ke dalam liang lahat untuk memastikan proses pemakaman berjalan dengan hormat.