Brilio.net - Kabar mengenai interaksi para mantan personel girlband Cherrybelle kembali menarik perhatian publik. Hal ini mencuat seiring dengan perbincangan hangat mengenai kehidupan pribadi Sarwendah.

Banyak pihak penasaran terkait keharmonisan para anggota setelah Sarwendah tidak lagi bergabung dalam grup tersebut. Menanggapi hal tersebut, Anisa Rahma akhirnya memberikan klarifikasi mengenai kedekatannya dengan mantan istri Ruben Onsu itu.

"Aku dari dulu sama Wendah benar-benar yang kayak emang kita tuh nggak ada problem apa-apa. Dari kita di Cherrybelle, akupun juga..ya kalau namanya konflik atau apa ya, cekcok sama antar member itu kan udah biasa ya," ujar Anisa Rahma saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jumat (12/06/2026), dilansir brilio.net dari KapanLagi, Senin (15/6/2026).

Anisa Rahma Sarwendah keluar Cherrybelle © 2026

foto: KapanLagi/Fikri Alfi Rosyadi

Anisa Rahma memberikan penegasan bahwa perselisihan kecil yang sempat terjadi di internal grup merupakan hal wajar dan tidak merusak kedekatan personal secara individu. Hingga detik ini, komunikasi di antara keduanya masih terjalin dengan baik, bahkan saling memberikan dukungan dalam berbagai momen krusial.

"Dan aku sama Wendah pribadi pun nggak ada sama sekali masalah. Jadi dari waktu keluar Cherrybelle, aku tetap berhubungan baik sama Wendah," katanya.

"Kita juga berkabar, terus kadang aku diundang juga di acara-acaranya Wendah, launching bajunya, terus ulang tahun anak-anaknya kayak gitu. Jadi sebenarnya kalau untuk pribadi akunya sih nggak ada," sambungnya.

Keputusan Sepihak Manajemen Saat Mengeluarkan Sarwendah

Respons pihak Ruben Onsu Sarwendah minta maaf © 2026

Sarwendah
© 2026 Instagram/@sarwendah29

Selain membahas kedekatan personal, kebijakan pihak pengelola grup yang memberhentikan Sarwendah pada masa lampau kini kembali menjadi sorotan masyarakat.

"Bagi manajemen itu mungkin punya pertimbanganlah kenapa akhirnya sampai memutuskan untuk mengeluarkan Wendah. Tapi itu manajemen sih yang lebih punya hak. Ya, hal-hal yang sebenarnya mungkin nggak bisa diceritain di sini kali ya. Cepat banget waktu itu," ungkap Anisa.

Anisa Rahma juga menceritakan bagaimana situasi internal grup saat keputusan tersebut diambil. Pihak agensi ternyata tidak meminta persetujuan dari para anggota lainnya, melainkan hanya menyampaikan ketetapan yang sudah final.

"Kalau waktu itu nggak sih, lebih bukan minta persetujuan tapi lebih ke menyatakan. 'Gini loh, kita sekarang punya keputusan seperti ini, kalian siap ya, nanti akan ada yang kita keluarin.'" pungkas Anisa Rahma.

Ketika pengumuman tersebut disampaikan, para personel lain tidak memiliki kekuatan untuk mengubah kebijakan tersebut dan memilih untuk mengikuti arahan yang ada.

"Dan kita nggak bisa buat apa-apa, kita kayak, 'Oh gitu, yah berarti kurang personil dong,' lebih kayak gitu, pasrah aja. Karena semuanya manajemen yang atur sih," lanjutnya.