Brilio.net - Rumah mewah milik Uya Kuya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, sempat menjadi sasaran amuk massa pada Agustus 2025 lalu. Peristiwa itu terjadi saat situasi politik tengah memanas akibat demonstrasi besar-besaran di sekitar gedung DPR.
Kediaman Uya rusak parah dan sejumlah barang berharga dijarah oleh oknum tak bertanggung jawab. Kondisi tersebut membuat Uya dan keluarganya harus mengungsi demi keselamatan.
Uya Kuya mengaku saat itu dirinya sempat mengungsi apartemen bersama keluarga. Namun, ketenangan mereka tak bertahan lama setelah lokasi persembunyian itu mulai diketahui warga sekitar.
Di tengah kekacauan, sosok Jusuf Hamka ternyata memiliki peran penting yang membuat situasi Uya perlahan membaik. Berikut rangkuman cerita Uya Kuya, dikutip brilio.net dari YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Selasa (4/11).
1. Trauma saat dikepung massa di apartemen

foto: YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo
Uya Kuya masih mengingat betul suasana mencekam ketika massa mengepung apartemennya. Ia dan keluarga nyaris menjadi sasaran amuk warga yang memanggil-manggil namanya dari bawah gedung.
"Jadi yang paling trauma pasar di apartemen sih. Orang-orang di bawah teriak-teriak Uya Kuya Uya Kuya," ungkapnya.
"Ada orang teriak-teriak dan segala macam dan apa ya? Gua tuh nyelamatin kucing-kucing gua di situ ada kan ada kucing-kucing di apartemen juga ada waktu itu. Dan pada saat itu gua bingung mesti gimana gitu kan. Iya. Tapi akhirnya ya gua udah pasrah aja," sambungnya.
2. Rasa percaya yang hilang setelah penjarahan

foto: YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo
Setelah rumahnya dijarah dan dirinya dikepung massa, Uya mengaku sulit mempercayai siapa pun di sekitarnya. Trauma dan ketakutan membuatnya lebih waspada terhadap lingkungan.
"Gue nggak percaya sama siapa-siapa di sana itu," ujar Uya.
3. Dihubungi Jusuf Hamka di tengah kepanikan

foto: YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo
Saat masih dalam kondisi panik dan bingung, Uya tiba-tiba mendapat telepon dari pengusaha Jusuf Hamka. Sosok yang dikenal dermawan itu langsung menawarkan bantuan untuk menjemputnya agar lebih aman.
"Saat itu subuh-subuh dihubungi Pak Jusuf Hamka, 'Uya kenapa nih?' Dia baru bangun," ucap Uya.
Uya pun menerima tawaran tersebut setelah diliputi ketakutan. Ia bersyukur masih ada sosok yang peduli dan berani menolong di tengah situasi yang begitu kacau.
"'Saya jemput mau enggak?' Saya bilang 'jemput saya pak.' Pak Jusuf Hamka jemput gue ke basement, gue turun lewat tangga darurat," imbuhnya.
4. Diselamatkan ke tempat aman
