Brilio.net - Memotret momen lucu bayi memang jadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Namun, di balik kebiasaan ini, ternyata ada larangan yang dipercaya oleh sebagian orang. Salah satunya tentang larangan bayi yang difoto terlalu sering dianggap bisa memengaruhi energi si kecil.

Tak heran bila banyak orang tua yang khawatir bayi jadi rentan gangguan jika terlalu sering difoto. Kepercayaan ini muncul dari tradisi turun-temurun yang memperingatkan bahwa kilatan kamera maupun sorotan berlebihan bisa mengundang makhluk tak kasat mata.

Sebagian besar larangan ini berkaitan dengan perlindungan bayi dari hal-hal buruk. Bayi dianggap memiliki energi yang lebih sensitif, sehingga perlu dijaga dengan lebih hati-hati. Meski belum tentu terbukti, larangan ini tetap menarik untuk dibahas.

Penasaran nggak sih apa saja arti larangan bayi difoto terlalu sering? Yuk simak ulasan lengkap yang brilio.net lansir dari berbagai sumber, Senin (16/12).

Mitos arti larangan bayi difoto terlalu sering

Larangan bayi difoto terlalu sering © 2024 freepik.com

Larangan bayi difoto terlalu sering
freepik.com/prostooleh

1. Mengundang perhatian makhluk halus

Banyak yang percaya bahwa bayi memiliki energi yang lebih murni, sehingga lebih mudah menarik perhatian makhluk halus. Memotret bayi terlalu sering dianggap dapat membuka jalur untuk makhluk gaib mendekat.

Menurut mitos, flash kamera berulang kali bisa membuat energi bayi terganggu, sehingga dia menjadi lebih rentan terhadap gangguan. Walaupun tidak ada bukti ilmiah, kepercayaan ini masih dipegang oleh banyak orang, terutama di daerah yang memercayai keberadaan dunia gaib.

2. Membuat bayi mudah sakit

Kepercayaan lain yang sering terdengar yakni memotret bayi terlalu sering bisa membuatnya menjadi lemah atau sakit. Ada yang berpendapat kilatan cahaya dari kamera dapat mengambil energi vital bayi.

Mitos ini mungkin berasal dari kekhawatiran orang tua terhadap kesehatan bayi yang masih rapuh, lalu larangan tersebut dijadikan cara untuk melindungi bayi dari paparan yang dianggap berlebihan.