Brilio.net - Belum lama ini komedian Eza Yayang memberikan kabar bahagia sekaligus rasa pilu yang dirasakannya. Bahagia sebab saat ini istrinya, Ardya Paramita tengah mengandung anak kedua mereka yang kini telah berusia 7 bulan. Melalui acara FYP Trans7, Eza mengungkapkan di balik rasa bahagia memiliki anak kedua, ada rasa nggak tega kepada sang istri.
Bagaimana tidak? Di kehamilan anak kedua ini, istri Eza Yayang setiap malam harus disuntikkan pengencer darah. Menurut Eza ia tidak tega melihat istrinya kesakitan saat menjalani prosedur suntik pengencer darah.
Suntik pengencer darah pada ibu hamil merupakan tindakan medis yang dilakukan untuk mencegah pembekuan darah berlebihan. Prosedur ini umumnya direkomendasikan bagi ibu hamil dengan riwayat trombosis atau kondisi medis tertentu yang meningkatkan risiko pembekuan darah (darah kental).
Penggunaan obat pengencer darah bertujuan mengurangi risiko komplikasi serius seperti stroke hingga penyakit jantung koroner selama kehamilan. Lantas apa itu suntik pengencer darah dan mengapa ibu hamil bisa mengalami hal itu? Untuk lebih memahaminya, yuk simak ulasan lengkap di bawah ini, seperti brilio.net sadur dari berbagai sumber, Jumat (26/7).
Apa itu suntik pengencer darah?
foto: freepik.com
Suntik pengencer darah merupakan obat-obatan yang digunakan untuk mengencerkan ataupun melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh. Obat ini juga bisa mencegah terbentuknya sumbatan darah yang memicu berbagai penyakit berbahaya seperti stroke dan penyakit jantung koroner.
Umumnya obat pengencer darah dikonsumsi oleh orang yang menderita penyakit tertentu, misalnya sakit jantung koroner, gangguan irama jantung, kelainan jantung bawaan dan emboli paru. Selain itu, orang yang baru saja operasi penggantian katup jantung biasanya diberikan obat pengencer darah. Sebab bisa berisiko mengalami penggumpalan darah usai prosedur operasi tersebut.
Terdapat beberapa jenis pengencer darah yang umumnya digunakan, yakni antiplatelet dan antikoagulan.
Antiplatelet merupakan golongan pengencer darah yang berfungsi mencegah sel keping darah atau trombosit saling menempel, sehingga tidak terbentuk penggumpalan darah. Adapun jenis obat antiplatelet, meliputi:
- Aspirin
- Clopidogrel
- Ticagrelor
- Ticlopidine
- Triflusal
- Eptifibatide
Sementara, obat antikoagulan merupakan golongan pengencer darah yang menghambat kerja dari faktor-faktor pembekuan darah. Tujuannya memperlambat proses pembekuan darah. Terdapat beberapa jenis obat pengencer darah golongan antikoagulan ini, diantaranya:
- Warfarin
- Heparin
